Kamis, 26 Maret 2015

CHAPTER 3

"nanananananananananananananaaaaaaa~" senandung baekhyun sembari berjalan pulang... di layar handphone nya terdapat "now playing : Amber - Shake That Brass" ia mendengarkan lagu itu dengan sepasang earphone putih tertaut ditelinganya. ia sesekali menggeleng-gelengkan kepalanya menikmati alunan lagu easy-listening tersebut.

sesosok tubuh kewalahan mengikutinya dari belakang. jalan pulang baekhyun benar-benar bukan suatu jalan pulang yang biasa. ia mengarah ke arah ujung kota, tempat dimana bangunan2 lama yang angker nan gothic berdiri. baekhyun tidak menyadarinya karena terlalu sibuk dengan alunan lagu tersebut. sosok tadi terus mengikutinya namun merasakan keanehan yang menjanggal. baekhyun membelokkan arahnya dan masuk ke sebuah lorong di salah satu bangunan. sosok itu ragu untuk mengikutinya, namun rasa penasaran mengalahkan keraguannya. lorong itu sunyi, gelap, dan tak ada sisi tempat bersembunyi.

langkah baekhyun terhenti. ia melepaskan earphonenya dan tersenyum penuh arti. ia menyimpan earphone dan handphonenya kedalam kantong hoodie hitam yang saat itu dipakainya. kelihatan seperti aktivitas yang biasa saja bagi siapapun yang melihatnya terutama bagi sesosok yang sedang mengikutinya. sosok itu terdiam menahan nafas, bola matanya menggambarkan kecemasan dan raut wajahnya menggambarkan aku-takut-ketahuan.

baekhyun melanjutkan langkahnya. tidak terlalu cepat, tidak terlalu lambat, namun pasti. ia terus menerus menyunggingkan senyum penuh arti. ia sesekali bersiul memecah kesunyian, namun tetap disertai senyuman yang tak dapat diartikan.

hampir setengah jam berlalu sampai akhirnya lorong itu menemukan ujungnya. bermuara pada lingkungan sebuah rumah sederhana ditengah hutan yang damai




baekhyun melangkahkan kaki masuk kerumah itu sementara sosok itu memilih bersembunyi dbalik pohon. pintu rumah dibiarkan baekhyun terbuka lebar. sosok itu memberanikan diri untuk mendekat. ia masuk kedalam rumah itu. selangkah, dua langkah. tak ada tanda-tanda keberadaan baekhyun. rumah itu tidak besar, setiap sisi bisa terlihat dengan jelas. apa dia dikamar? suaranya pun tak ada. sosok itu menyapu bersih pemandangan rumah itu. wajahnya kemerahan, ia sangat kelelahan.

"letih, nona?" sebuah suara berbunyi dibalik sosok itu. sosok itu sontak menoleh kebelakang dan agak mendongakkan kepalanya

"ba--baekhyun...." gagapnya. didepannya berdiri baekhyun. tingginya hanya sebahu baekhyun yang mengharuskannya mendongak. baekhyun tersenyum sembari menyodorkan sebotol air mineral yang sedang dibawanya.

"minumlah." tawarnya. sosok itu mengambil dengan malu2 air itu dan mulai menenggaknya.

"mengapa kau mengikutiku, taeyeon?" tanya baekhyun

"kau tau aku mengikutimu?" taeyeon bertanya balik

"tentu saja aku tau" balas baekhyun yang tanpa diduga langsung menggendong taeyeon ala bridal style. taeyeon terbelalak namun tak melawan. pipinya kemerahan. wajahnya bertepatan dengan dada baekhyun dan itu membuat jantungnya berdegup kencang. baekhyun membawanya ke sofa dan mendudukkannya disana. ia lantas setengah duduk dihadapan gadis itu.

perlahan ia menurunkan kaos kaki panjang taeyeon berikut sepatunya. ia menyimpan kaos kaki dan sepatu taeyeon diujung ruangan dengan rapi. ia berjalan kearah belakang dan kembali membawa sebaskom air hangat, meletakkannya didepan kaki taeyeon dan memegang kaki taeyeon lembut serta mulai memasukkannya kedalam baskom. ia membasuhnya dan memijit kaki taeyeon lembut, membuat gadis itu kemerahan.

"eumm... baekhyun... aku minta maaf perihal yang tadi" ucapnya hati2.

"kau kan mau lomba balet kamis depan, kenapa memaksa mengikutiku sejauh ini?" tanya baekhyun yang masih sibuk dengan aktivitas memijitnya

"aku penasaran." taeyeon tertunduk.

"ini sudah petang. tidak baik melewati lorong itu malam2. tidurlah disini. kau bisa memakai kamarku" ucap baekhyun lalu berdiri

"ah, tidak-tidak... aku tidak enak denganmu" jelas taeyeon

"aku enak-enak saja" balas baekhyun

"emm.. baiklah" pasrah taeyeon

"aku mau mandi. kau tunggulah. sehabis aku, kau bisa mandi" jelas baekhyun yang setelahnya membuka hoodie hitamnya berikut kemeja sekolahnya berikut kaos dalamnya. ia masuk ke kamar mandi dengan santai..

taeyeon berjalan jalan mengitari rumah itu. tanpa ragu, ia memasuki kamar baekhyun. kamar itu sangat harum dan rapi. seperti tidak pernah ditempati. pandangannya tertuju pada sebuah lukisan besar yang tertempel di tembok sebelah kiri kamar itu. lukisan itu seperti tidak asing baginya. ia pernah melihat tempat didalam lukisan itu tapi entah dimana.



ia memandangi lekat lukisan itu. samar-samar ada yan terlintas di bayangannya. membuatnya sakit kepala lalu terduduk di ranjang milik baekhyun.

"mengingat sesuatu?" tanya baekhyun yang tau-tau sudah duduk disitu, disebelahnya.

"haa" kaget taeyeon memegang dadanya. ia terkaget. "tidak, tidak ada apa2... aku hanya sedikit pusing" sangkalnya.

"mandilah. aku sudah menyiapkanmu air hangat, kau bisa meminjam bajuku untuk sementara" jelas baekhyun.

taeyeon beranjak dan bergegas ke kamar mandi milik baekhyun.


___________________________________________________________________________________

@ SARFEIM.

"aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi. pergerakan negeri hitam sudah mulai menyeruak." Raja Jaehyun gusar. ia terus memandangi bola kristal didepannya, dimana bola itu menunjukkan pergerakan yang semakin buruk.



pergerakan negeri hitam dengan cahaya kejahatannya yang berwarna merah mengkilat sudah mulai merambat ke negeri disebelahnya.

Jaehyun sangat gusar.

"persiapkan orang-orang paling kuat. kumpulkan kaum elf dengan sihir terkuat, vampire-vampire dengan umur terlama, werewolf-werewolf dengan kekuatan terkuat serta raksasa-raksasa di utara. kumpulkan semua. ambil semua murid berbakat dari sekolah sihir di utara. waktunya sebentar lagi akan tiba. walau aku harus menyerahkan nyawaku, sekali kali aku tidak akan pernah kalah oleh kejahatan" geramnya.

___________________________________________________________________________________

ditempat lain.........


"hahaha raja muda yang sangat naif. kau pikir kau bisa semudah itu mengalahkan Lavena sang ratu kegelapan?"
wanita itu duduk disebuah singasana, memegang sebuah tongkat perak berujungkan tiga runcing dipuncaknya, memakai gaun campuran putih dan orange lusuh. raut wajahnya menampakkan kekejaman tiada tara. dialah penguasa negeri hitam.

"anakku..." panggilnya menggema "keluarlah"

tak lama, sesosok lain muncul dari sudut ruangan. wanita jeli namun raut wajahnya menampakkan kejahatan. bahkan lebih kejam dari sang ibu.



ia menopangkan dagunya dipuncak kepalan tangan kanannya, sedang berpikir tentang sesuatu.

"aku kemarin malam menemukan suatu fakta penting" desisnya. suaranya merdu, namun beracun.

"apa itu, anakku?" tanya sang ratu.

gadis itu melayangkan tangannya anggun ke arah tembok yang tertutup tirai. tirai itu terbuka dengan lamban namun pasti dan memunculkan wajah atau lebih tepatnya gambar seseorang.

"siapa dia?" tanya sang ratu keheranan. "auranya tidak biasa."

"itulah sebabnya aku mengincarnya. dia memiliki setidaknya 5 ghoul didalam dirinya. dia juga memiliki 10 zhoul didalam jiwanya. lulusan terbaik akademi sihir di negeri seberang, menguasai 4 elemen dasar, serta memiliki kekuatan cahaya dan kecepatan. matanya yang tajam bisa membuat siapapun bisa mengenang masa lalu mereka yang terburuk dan menjadi lemah karenanya. dia benar-benar senjata paling mematikan yang harus ditaklukan" jelas gadis itu.

"siapa namanya? itu tidak boleh dibiarkan!" geram sang ratu

"aku tau. namun meskipun begitu, dia sedang dalam tugasnya mencari pangeran yang hilang ke dunia lain. dunia ini sudah cukup lama ditinggalkannya. tidak akan ada kemenangan apapun yang akan didapat oleh negeri dibawah Jaehyun tanpa campur tangan orang ini" jelas gadis itu.

"jadi apa rencanamu, Krystal-ku sayang?" tanya sang ratu.

"aku jatuh hati padanya. aku akan mejadikannya milikku, dibawah pengaruhku, dan menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan negerinya sendiri" seringainya sembari menatap penuh harap pada gambar di dinding itu.



___________________________________________________________________________________

"panggilkan darla!" bentak raja jaehyun

seorang gadis berambut merah tengah menikmati pemandangan malam luar istana. beberapa dayang istana tergopoh-gopoh menuju kearahnya dan menyampaikan titah raja. dengan langkah tegap ia berjalan masuk


"aku memberi hormat kepada yang mulia. ada apa kiranya memanggil hamba?" hormat darla

"pergi susul lah adikmu baekhyun. beritakan kepadanya keadaan sudah semakin berkecamuk. aku sendiri besok akan pergi ke dataran liar di selatan. mungkin masih ada beberapa kaum centaurs dan goblin yang bisa direkrut." jelas jaehyun.

darla membungkuk "perintah yang mulia akan hamba laksanakan. tapi hamba tidak akan berwujud seperti ini. hamba akan kembali ke wujud hamba semula. wujud ini akan hamba kembalikan pada sang dewi darla. dan hamba juga akan kembali memakai nama lahir hamba" darla menjelaskan.

"itu akan lebih bagus, Irene. baekhyun akan bingung jika melihat wujudmu yang sekarang" jaehyun tersenyum tulus pada darla atau sesuai nama aslinya, Irene.

irene pamit untuk meninggalkan dunia itu malam itu juga. "membuang waktu dengan bersantai sementara masalah didepan mata bukanlah hal yang wajar dilakukan oleh wanita ber-integritas sepertiku" batinnya. seukir senyuman merekah di wajahnya.

ia menuruni tangga istana, mengitari wilayah penduduk dengan senyum keramahan, menuruni beberapa bukit dan lembah dan sampai ke suatu tepi hutan. "ini dia" batinnya. ia masuk tanpa ragu, menelusuri hutan tersebut sampai tibalah ia ditempat yang ditujunya. Bola Dunia. itu adalah sebuah bola atau kristal ajaib yang menjadi portal antara dunia itu dan dunia dunia lainnya, termasuk bumi.



ia berpamitan terlebih dahulu kepada para elf penjaga sang bola dunia yang menempati rumah cahaya. para elf sihir memberinya masing-masing 3 anugerah agar dirinya aman. para elf pun menghadiahi 1 buah zhoul bakat yang belum dimilikinya. menurut ramalan para elf, itu akan sangat membantunya nantinya. ia pun semakin menyimpan kepercayaan diri akan dunia dimana baekhyun, adiknya sedang berkelana. sebuah dunia yang tak pernah ia bayangkan atau kunjungi selama ini karena hidupnya selalu dibawah bayang-bayang istana sefraim yang dicintainya. ini petualangan pertamanya. dan mungkin akan jadi pengalaman paling berharganya. ia menghembuskan nafasnya sebelum akhirnya tubuhnya bercahaya, terangkat, dan turun kembali, namun turun dengan wujud lain. wujud aslinya. Irene.




dengan langkah pasti ia menelusuri jembatan ke bola dunia, ia memasuki bola dunia dengan pasti dan tak ada keraguan. ia menutup matanya. ketika ia membukanya. ia sudah berada ditempat lain.


diluar lorong itu, perjalanannya dimulai. ia melangkah maju dan tegap. ketika ia sampai diluar, suasana agak ribut. itu aalah sebuah taman. dipenuhi banyak orang. didaerah situ banyak gedung-gedung dan semuanya ramai.

"sudah kuduga kau akan menyusul calon suamiku. salam, wahai kakak ipar" sebuah suara merdu terdengar.

irene menoleh, mencari sumber suara. disana. dia mendapatkannya. disana, berjalan dari arah pohon.

"Krystal." batinnya.

--TO BE CONTINUED--

CHAPTER 2.

Ditempat lain... atau bisa dibilang dunia yang lain... keadaan sedang berkecamuk.


tampak indah sekali dari luar, namun untuk masuk ke istana tersebut, bukanlah hal yang gampang. yang kau lihat diatas lumayan berbeda dengan kerajaan pada umumnya. jika kerajaan pada umumnya, akan terlihat pedesaan atau wilayah penduduk, barulah istana. namun berbeda hal disini. disini, kau harus mendahului istana agar bisa masuk ke wilayah kerajaan atau wilayah penduduk. dan jalan masuk ke kerajaan ini sangatlah rumit. kau harus melewati labirin tanaman. dan jika kau tidak cermat, kau tidak akan bisa menemukan jalan masuk.

SARFEIM. itulah namanya. nama sebuah dunia yang tidak bisa kau jangkau jika tidak mempunyai keberuntungan yang cukup

"AKU PUSING!!" racau orang itu. kepalanya berhiaskan mahkota emas dengan berlian besar ditengahnya serta beberapa permata disamping kanan dan kirinya. ia berhiaskan jubah panjang khas kerajaan, berkain beludru ungu dengan juntaian-juntaian permata ringan ditiap sisi jubahnya. sembari menghela nafas panjang ia menghempaskan dirinya ke singasana mewahnya yang masing-masing ujungnya dihiasi oleh patung emas kepala singa.

"yang mulia Jaehyun, apa belum ada kabar dari baekhyun hingga saat ini?" tanya seorang penatua berkacamata bundar. jenggot putih panjangnya mengisyaratkan bahwa ia sudah berumur.

"belum. aku tidak tau harus sampai kapan menanti" gelisah Sang Raja sembari terus memandangi bola kristal kemerahan didepannya. tak ada yang tampak dari bola kristal tersebut.

_________________________________________________________________________________

"ini seragam mu, baekhyun." ucap seorang guru setengah baya sembari memberikan sepasang seragam utuh kepada anak lelaki didepannya. anak lelaki itu mengangguk dan membungkukkan sedikit badannya seraya pergi menjauh.

ia bersiul disepanjang koridor, mengacuhkan bisikan para gadis-gadis yang terpesona melihatnya. tangannya memutar-mutar bungkusan seragam yang sedang diletakannya diatas telapak tangannya. tiba-tiba matanya menangkap sesuatu dari arah perpustakaan. ia mengendap-endap dan mencuri pandang kedalam tempat sunyi itu. hanya ada seseorang disana. seorang gadis yang tengah membaca dan sesekali mencatat di buku biru miliknya. ia tersenyum lembut.

"sedang apa?"

"haa..." gadis itu terkesiap melihat pemandangan didepannya. entah sejak kapan anak lelaki itu berada didepannya. ia sama sekali tak melihat orang lain masuk

"tidak usah terkejut begitu. kenalkan, aku baekhyun. apa kau mau jadi pacarku?" tanya nya santai sembari mengambil buku biru milik gadis itu "ah puisi... kau suka menulis puisi?" liriknya yang disambut pandangan tidak santai dari sang gadis

"maaf, aku banyak urusan. selamat tinggal" sergah sang gadis sembari menarik pelan bukunya dari
tangan baekhyun.

Baekhyun tertegun seraya melihat gadis itu memasang wajah penolakannya. Gadis itu membereskan barang-barangnya dan telah memulai langkahnya untuk keluar.
Baekhyun berdecak santai sembari melihat gadis itu keluar.

“ckck mengecewakan, bagaimana lagi caranya aku menyelamatkanmu?  Tugas ini terlalu berat untukku” ia mengeluh sembari menerawang langit-langit perpustakaan.

“berpikir keras, byun baekhyun?” 

batin seseorang. Baekhyun menerawang, melirik ke arah jendela besar yang menerangi perpustakaan itu, mencari sang pemilik batin, ia menemukannya. Disana, di gedung seberang, dibalkon utama gedung itu, oh sehun rupanya sedang mengamatinya. Baekhyun tak beranjak. Ia tetap duduk di mana ia sedang duduk. Keheningan menerpa. Semilir angin menghembus rambut sehun sedang lambaian gorden menjadi poin utama pemandangan di sisi sekitar baekhyun.
Tak ada percakapan batin. Hanya saling memandang dengan tatapan kosong.
Ia mengacuhkan sehun, tak membalas apa2. Moodnya sedang tidak baik. Ia beranjak lalu melangkahkan kakinya keluar dari perpustakaan. Sehun menanggapinya dengan helaan nafas.

"pria yang seumur hidup tak pernah memiliki rasa cinta pada siapapun, tiba-tiba tertarik pada sesosok gadis SMA? ditambah lagi, gadis itu manusia biasa. ayolah. aku tau ada sesuatu yang tidak beres sejak awal. ini tidak seperti dirinya. jelas sekali. aku tidak dungu" seringai sehun sembari berjalan meninggalkan balkon itu sembari memasukkan tangannya ke saku celana abu-abunya.



 "kau terlihat kurang bersemangat siang ini, L" celetuk seseorang dengan keringat bercucuran.

"benarkah? mungkin saja. tapi aku tetap bisa mengimbanginya" balas orang itu. orang dengan nomor punggung 4 itu berbicara sembari meloncat, dan 1 shoot terlaksana dengan baik mengehentarkan bola basket masuk sempurna ke ringnya.

"itu buruk sekali" pikir seseorang yang sedang menikmati segelas milkshake dan melihat permainan diatas dari kursi penonton.

"L, bersemangatlah!!" teriak seorang gadis dari ujung lapangan. Taeyeon.

"ah, jadi itu dia" seseorang itu menyeruput milkshakenya tak sabaran. bibirnya menyunggingkan senyum tak senang. "menarik. tapi membosankan." decaknya. "sekaligus mengecewakan. membuatku mengantuk" ia meletakkan gelas plastik yang kini telah kosong dan menguap, merenggangkan otot tubuhnya.

orang itu beranjak pergi. entah kemana.

"apa kau lelah? ini" dengan senyum mengembang, taeyeon menyodorkan sebotol air mineral dan handuk kecil pada kekasihnya, L. L adalah sosok makhluk (yang biasa disebut manusia) paling terkenal di SMA itu. wajar saja, dia kepala tim basket, ketua murid, sekaligus orang terpandai seantero sekolah. tak hanya itu, orang tuanya pun memiliki pengaruh besar dikarenakan kaya raya dan mempunyai jabatan penting baik itu di bidang bisnis maupun pemerintahan.

"terimakasih, taey. aku senang kau datang melihatku latihan. akhir2 ini kau sibuk dengan latihan menarimu. kapan lombanya?" tanya L antusias.

"eum... maafkan gadis bodoh ini, L sayang. hehe... aku serius.. maaf karena kurang memperhatikanmu akhir2 ini. lombanya akan diadakan kamis depan" jawab taeyeon.

"tidak apa2. aku mendukungmu sepenuhnya dalam hobby baletmu" L mengacak-acak lembut rambut taeyeon.

"aku bahkan melewatkan beberapa pelajaran sehingga harus menghabiskan sebagian besar waktuku disekolah dengan belajar di perpustakaan" keluh taeyeon. seketika ia ingat kejadian terakhir di perpustakaan tadi. ia menjadi jengkel dan mengubah raut wajahnya.

"kau kenapa? apa ada hal yang mengganggumu? jelaskan padaku" tanya sekaligus pinta L dengan lembut.

"huh...." taeyeon mendudukkan dirinya di kursi pemain yang kemudian diikuti oleh L yang segera duduk disampingnya.

"jadi tadi..." taeyeon memulai penjelasan. "aku sedang belajar di perpustakaan dan kegiatanku diganggu lelaki aneh itu" jelasnya.

"lelaki aneh? siapa? apa yang dia lakukan padamu? apa kau terluka?" interogasi L.

"tidak.. hanya saja... dia langsung muncul tiba-tiba didepanku dan menanyakan apa aku mau menjadi pacarnya. benar-benar tidak sopan" gerutunya.

raut wajah L berubah kemerahan. "siapa namanya?" tanya L dingin.

"Byun Baekhyun. itulah namanya. apa kau bisa menyingkirkannya untukku? aku yakin dia akan tetap mengejarku diwaktu yang akan datang. aku merasa tidak aman" celoteh taeyeon.

"tentu saja aku bisa, sayang. dia tidak akan berani macam-macam lagi denganmu" geram L sembari mengepalkan tangannya.

"bagus kalau begitu. aku benar-benar tidak habis pikir diperlakukan seperti itu. memangnya dia siapa berani menggangguku? cih" maki taeyeon.

L menenangkan dan meyakinkan taeyeon bahwa baekhyun tidak akan pernah lagi mengganggunya. 

seseorang mendengar percakapan mereka dan menyunggingkan senyum menghina.

_________________________________________________________________________________

"mengapa melamun seperti itu?"

lamunan baekhyun buyar oleh suara berat yang menghampirinya.

"sekarang kau lah yang suka mengganggu privasiku. enyahlah." maki baekhyun pelan tanpa sibuk2 menoleh melihat si pemilik suara. Oh Sehun.

"anggap saja kita impas. ngomong-ngomong, aku butuh penjelasan" nada sehun terdengar sangat penasaran.

tak ada tanggapan dari baekhyun.

"taeyeon itu siapa? mengapa kau mengincarnya dan apa keuntungan yang bisa kau dapatkan dari mendapatkannya?" interogasi sehun sembari menyuapkan satu potong hotdog ukuran jumbo ke mulutnya.

masih tak ada tanggapan.

"hey, aku bertanya" senggol sehun.

tetap tak ada tanggapan.

"kau memutuskan untuk mengirimkan fotonya padaku malam itu. sejak detik itu kau berhutang penjelasan padaku dan ketika aku meminta sesuatu, aku tidak akan pernah menerima penolakan" ucap sehun santai sembari menyeruput milkshakenya.

"kalau begitu ini kali pertama kau ditolak" balas baekhyun tak kalah santainya.

"aku serius." geram sehun.

"apa aku terlihat bercanda?" balas baekhyun masih dengan nada dan ekspresi sebelumnya.

"terserah kau sajalah. tapi taeyeon itu kurasa bukan gadis yang memiliki hati baik." jelas sehun.

"aku tak peduli soal hati" jawab baekhyun dingin.

"lalu mengapa kau tertarik padanya? ayolah" bujuk sehun.

"kau itu bodoh. itulah sebabnya kau selalu tidak menyadari apa yang terjadi" ucap baekhyun santai sembari menyeruput milkshakenya.

sehun menoleh geram kearahnya, ketika itu juga seketika kantin itu dipenuhi oleh sebuah teriakan yang menggema.

"SIAPA DISINI YANG BERNAMA BYUN BAEKHYUN???!!" sehun tersentak dan hampir menumpahkan milkshakenya. seorang anak lelaki berwajah garang melotot kepada seluruh isi kantin. dibelakangnya berdirilah sosok L dengan wajah dinginnya. disamping L berdirilah taeyeon dan beberapa pengikut L yang lain.

"ya, aku disini. ada yang bisa kubantu?" sahut baekhyun santai, tak sedikitpun menoleh ke arah mereka. ia tetap duduk ditempatnya semula dan asyik menyeruput milkshakenya. 

lelaki garang tadi segera menghampiri baekhyun dan menariknya kasar dari kursinya, mendorongnya ke tembok terdekat dan mencengkeram kerah bajunya.

baekhyun melihatnya santai sembari menghela nafasnya. "lepaskan aku, otak udang. atau kau akan membayarnya dengan kesakitan yang parah" senyum baekhyun. senyum yang sangat tidak mengenakkan.

"bermimpilah, bocah berwajah balita. hahahaha" lelaki garang itu semakin mengangkat tinggi kerah baekhyun. L dan taeyeon tersenyum penuh percaya diri.

"ckck... yang penting aku sudah memperingatkanmu." DHAKKK......... tendangan baekhyun menancap sempurna di dada lelaki garang tadi, membuatnya terpental menabrak meja yang berada 2 meter dibelakangnya..

"huww..." baekhyun menghela nafas kasar sembari menekuk lehernya kekanan kekiri. lelaki tadi terkapar tak berdaya sembari memegangi dadanya. mata L terbelalak, begitupun taeyeon, bahkan semua orang didalam kantin tersebut terbelalak, kecuali sehun. ia dengan santai dan memberikan senyum meremehkan kepada lelaki garang tadi sebelum akhirnya ia mengambil langkah dan menghampiri L.

"apa yang kau rencanakan kali ini, L? mengganggu temanku?" sergah sehun santai sembari menyeruput milkshakenya. L memandang tajam kearahnya.

__________________________________FLASHBACK___________________________________

"NICE SHOOT, SEHUN!! COBALAH LEBIH JAUH LAGI" girang seorang lelaki berkacamata. 

"baiklah, pelatih" ucap sehun sembari men-dribble bola basket sembari ia berjalan agak jauh kebelakang. sesampainya ditengah lapangan, ia men-shoot kembali dan lagi2 menghasilkan suatu shoot yang indah dan sempurna. semua terperangah gembira kecuali satu orang.

sehun terus menerus melemparkan bola dengan jarak yang semakin jauh sampai akhirnya ia dapat melemparkan bola dari kursi penonton. semua sangat tertegun. aksinya mendapat reaksi iri berlebihan dari seseorang.

tidak hanya jago di shooting, namun sehun juga jago di dunk, jump shoot dan passing. passingnya pun tak sembarangan, ia mampu menjadi bayangan yang tak terdeteksi. semua kemampuan basket dimilikinya. semua posisi bisa dipegangnya. power forward, small forward, shooting guard, point guard, center semua bisa dimainkannya dengan luar biasa. dialah bintang basket yang sebenarnya. namun sayang, dia tak bisa lagi bergabung di club basket SMA itu karna ke-irian seseorang. L menjebaknya dalam suatu masalah yang tak main2, yaitu narkoba. ia dituduh menyelundupkan narkoba kesekolah. namun berhubung L adalah siswa yang paling berpengaruh, ia meyakinkan pihak sekolah agar tak melaporkan kejadian ini ke polisi. tetapi tetap memberikan hukuman kepada sehun, yaitu menyetop segala jenis ekskul yang ia ikuti dan tidak boleh berpartisipasi kedalamnya. 

pelatih yang membawa sehun masuk pun dipecat oleh L dengan alibi ia membantu sehun masuk ke team basket agar sehun tak terlihat seperti pengguna narkoba. alibi yang menurut sehun benar-benar jauh dari kata "cerdas".

____________________________FLASHBACK END_______________________________________

sehun menyeruput milkshakenya dengan santai.

"tutup mulutmu, oh sehun. aku tidak ingin berbicara denganmu" tegas L sembari berjalan melewati sehun, yang ditanggapi sinis oleh sehun.

L menghampiri baekhyun dan memasang tatapan membunuh. baekhyun pun memasang tatapan mematikan dengan kedua mata tajamnya.

"cukup sekali ini aku memperingatkanmu untuk tidak mendekati gadisku" nada L terdengar geram.

baekhyun menarik kursi dan duduk jongkok diatasnya sembari meminum kembali milkshakenya.

"aku tidak mendekatinya. aku hanya berbicara padanya sekali" balas baekhyun santai

"aku tidak tertarik pada gadis manja dan pengadu seperti itu" lanjutnya lagi.

"hey!" taeyeon berjalan ke arahnya dan mengarahkan jari telunjuknya pada baekhyun

"kalau kau tidak tertarik padaku, mengapa kau memintaku jadi pacarmu?" bentaknya

"aku tidak meminta. aku bertanya apakah kau mau atau tidak" balas baekhyun

"kau..." geram taeyeon

"apapun itu, jangan sembarangan mengatakan hal tidak penting. sangat tidak dewasa. hanya bisa menimbulkan keributan" ucap L dingin.

"perlukah aku membawakanmu kaca?" tanya baekhyun santai. sehun terkekeh mendengarnya.

"excuse me?" kernyit L.

"aku tanya..........." baekhyun melompat santai dari kursinya dan memasukkan tangan ke kantong celananya, berdiri tegap berhadapan dengan L. "apa aku perlu membawakanmu kaca?"

"apa maksudmu?" seru L.

"lihat, bagaimana orang seperti ini pantas menjadi ketua murid? otakmu kau taruh dimana, bung?" ejek baekhyun.

"kaulah yang bodoh, baekhyun. kau bahkan mengucapkan hal2 yang tidak dimengerti" balas L.

"dia memang bodoh, L. abaikan saja" cibir taeyeon.

"lihat, pasangan paling bodoh yang pernah ada" seru baekhyun.

bibir dan rahang L bergetar, tangannya mengepal.

"biar kuperjelas, otak udang." baekhyun menarik kembali kursinya memakai kaki kirinya, dan menaikkan kaki itu diatas kursi itu. "kau bilang aku tak dewasa dan menimbulkan kekacauan. for your information, tidak ada orang dewasa yang menyelesaikan masalah dengan membawa seorang lelaki jelek nan garang serta sepasukan orang untuk mengalahkan lawannya. orang dewasa menyelesaikan masalah secara face-to-face. kemudian, masalah gadis tolol itu. aku hanya menanyakan apa dia mau jadi pacarku atau tidak. jika ia tidak mau, dan memang ia tidak mau, apa masalahnya bagimu? seharusnya kau bersyukur gadis itu masih memilih kau yang dungu ketimbang aku yang lebih berpikiran luas. jika aku adalah taeyeon, dengan melihat caramu menghadapi lawanmu seperti ini, aku akan segera memutuskanmu pulang sekolah nanti. namun sayang sekali, tingkat kepintaran otak taeyeon tak bisa disamakan denganku. perlukah aku membawakanmu tangga, nona? agar kau bisa mencapai level otakku?" tolehnya ke taeyeon, kemudian menoleh lagi ke L. "poinku yang kedua, kau bilang aku menimbulkan keributan. sebenarnya, siapa yang membawa lelaki jelek nan garang ini ketengah kantin dan berteriak layaknya kera liar mencari pisang?" L semakin geram mendengar celotehan baekhyun. wajahnya memerah menahan malu.

"jadi, sekali lagi kutanyakan..." baekhyun berbicara sarkastik "apa aku perlu membawakanmu kaca?" ia tersenyum penuh kemenangan sementara L semakin menahan amarah sampai2 matanya berkaca-kaca.

taeyeon tertegun. entah kenapa baekhyun menjadi sangat keren dimatanya. tiba2 perasaan itu muncul. perasaan kagum sekaligus tersakiti karena dirinya telah dicaci maki sedemikian rupa. namun entah kenapa, justru hal itulah yang membuatnya kagum.

"pikirkan sekali lagi. apakah jenjang SMA sudah cocok untuk sifatmu yang seperti anak2 jika permennya direbut karena kudengar masih ada SMP atau bahkan SD yang bersedia menerima orang2 dengan kelemahan mental seperti dirimu" baekhyun mengakhiri kalimatnya dengan menepuk bahu L yang saat ini sudah benar-benar emosi. baekhyun melangkah keluar diikuti oleh sehun yang sedari tadi terkekeh kekeh. 

sepasang mata taeyeon mengikuti langkah santai baekhyun. entah kenapa ia tertarik dengan lelaki itu semenjak kejadian tadi. diam-diam ia membisikkan sesuatu di hatinya 

"apa mungkin aku mempunyai kesempatan mengenalnya lebih dalam?" 


--TO BE CONTINUED--





Senin, 23 Maret 2015

CHAPTER 1.







bel sekolah baru saja dibunyikan. anak lelaki itu bergegas mengambil tasnya dan melangkah tegap menuju pintu keluar kelasnya. sekelebat bayangan melintas diantara lorong-lorong loker. anak lelaki itu terhenti, merasa ada sesuatu yang tidak beres. ia memicingkan matanya dan mempertajam pendengaran.

"sampai kapan kau akan mengganggu privasiku" decaknya kesal sembari mendenguskan nafas pelan. ia tetap tak ber-ekspresi apapun. ia melanjutkan langkahnya. tenang dan berimbang, menuju halte bus, tempat dimana ia menemukan tumpangan untuk kembali ke kediamannya. tak lama ia telah sampai ditempat yang dituju. ia duduk, mengeluarkan sepasang earphone putih dan memasang pandangan lurus kedepan, pikirannya berkecamuk. ia telah diincar. wajar saja, ia telah menjadi buronan selama kurang lebih 400 tahun lamanya. 10 tahun yang lalu, seorang mantan sahabatnya dulu menemukannya dan terus mengintainya hingga saat ini.


"aku sudah bertahan hingga sejauh ini. aku tidak mau menyerah. aku tidak akan kembali kesana" batinnya. pandangannya tertuju ke cafe diseberang halte, diseberang jalan. didepan cafe tersebut berdiri sebuah pohon besar, dan dibalik pohon tersebut, setengah wajah dari seseorang terlihat. ia menyunggingkan senyum yang tak biasa, anak lelaki tadi bertatapan mata dengannya.

"sudah kubilang, aku tidak berencana membawamu kembali" batin orang itu.

"tetap saja. kau menggangguku. enyahlah daripadaku!" batin anak lelaki itu.

"kau semakin membuatku tertarik untuk berlama-lama ditempat ini, Oh Sehun" batin orang itu lagi.

"aku tidak menginginkan keberadaanmu, Byun Baekhyun" batin anak itu, Oh Sehun.

"aku tidak ingin pergi. dan kau tidak mempunyai kekuatan apapun untuk mengenyahkanku" batin orang itu, Byun Baekhyun. ia menyunggingkan seringai tajam dan sedetik kemudian menghilang dari balik pohon.

"tch..." desis Sehun. ia tak menyangka bahwa 10 tahun terakhir ini hidupnya akan dihantui oleh bayangan Baekhyun.

lamunannnya terusik oleh bus yang telah berhenti dihadapannya. dengan tegap ia memasuki bus itu, dan mengambil wadah duduk paling belakang. ia menghadap ke jendela dan lagi-lagi menemukan bayangan memuakkan itu.


Baekhyun berdiri ditengah jalan, memandang kearah Sehun sebelum membatinkan "sampai jumpa" yang membuat Sehun membuang wajahnya. sedetik kemudian, ia hilang. Sehun tak mau repot-repot mengalihkan pandangan keluar jendela lagi. ia hanya duduk, melipat tangannya, mendengarkan alunan musik dari sepasang earphone putihnya, dan mencoba melelapkan diri.

Sehun melemparkan tasnya seraya menghempaskan tubuhnya di sofa. hari itu benar-benar melelahkan baginya. ia melayangkan tangannya dan seketika AC ruangan itu hidup. ia memicingkan matanya ke arah kulkas, lalu kulkas itu terbuka dan melayangkannya sebuah botol air mineral dingin yang segar. Sehun menggapai botol itu dengan sekali tangkap.

Tingnong............. bel apartmentnya berbunyi. "tch... jangan bilang itu permainan Baekhyun" ucapnya malas. "sumpah, aku sedang lelah, Baekhyun. simpanlah permainanmu" Tingnong.... bel berbunyi kembali. dengan sangat terpaksa, Sehun bangkit dan membuka pintu. itu bukan Baekhyun.


"hai~ ^^ kau kemana saja? tumben sekali tidak menungguku pulang" ucap gadis itu riang sembari mempointkan telunjuknya ke arah sehun

"ah, fany.. maaf... aku sedikit lelah tadi jadi kuputuskan untuk pulang. masuklah" ucap Sehun santai.

"tidak usah disuruh pun aku akan masuk" ucap fany bergegas masuk, ia duduk dan rok sepahanya tersingkap sempurna.

"kau makin manis saja" ucap sehun yang kini sedang mengelus paha mulus fany...

"eumm.. tidak juga.. aku begini saja dari hari kesehari" ucap fany pelan sembari menggigit bibir bawahnya

"ah, ya?" sehun menaikkan elusannya

"sehun-eumhhh" erang fany

"mengapa? kita sudah 2 tahun bersama namun aku tidak pernah bosan denganmu" ucap sehun dengan suara berat-seraknya sembari mempersempit jaraknya dengan fany.

"aku juga tidak bosan denganmu" balas fany sembari menarik dasi sehun yang membuat wajah anak lelaki itu hanya beberapa inci terpisah dari wajahnya.

"ah, benarkah?" ucap sehun sembari menatap intens lekuk bibir wanita yang dihadapannya

fany mengalungkan tangannya di leher anak lelaki itu, dan rebah dengan perlahan yang membuat sehun otomatis menindihnya. ia melingkarkan kakinya di pinggang sehun yang membuat anak itu otomatis semakin menindihnya.

"maafkan aku telah mengganggu aktifitas seksualmu, pria mesum" batin seseorang.

"sialan kau. dimana kau? jangan mengintipku!" batin sehun. ia melepaskan semua tautan fany ditubuhnya dan bergegas ke balkon luar. diatas sana, diatas sebuah tower, seorang pria ber-tuxedo merah gelap sedang memandanginya dengan tatapan angkuh.



Baekhyun menyunggingkan seringai tipis. Sehun memandang tajam kearahnya. matanya dipenuhi amarah.

"sehun, apa yang kau li--- wow siapa dia?" fany terperangah ketika pandangan matanya menemukan sosok Baekhyun yang sedang berdiri memandangi sehun.

"dia iblis. kau masuklah kedalam" desis sehun. fany menurut namun sempat melirik sekali lagi ke arah baekhyun yang disambut kedipan mata oleh baekhyun, itu membuat pipinya merah.

"jangan menggoda wanitaku!" teriak sehun dalam batinnya. bola matanya menyala nyala seolah ada api yang berkobar didalamnya

"easy, bro. aku tidak tertarik pada gadis itu" batin baekhyun sembari tersenyum lembut.

"ada urusan apa kau malam-malam menggangguku?" batin sehun.

"aku ingin meminta pertolonganmu" balas baekhyun.

"tch... tumben sekali" sehun menyilangkan kedua tangannya.

"bukalah handphonemu. ada sebuah foto yang kukirimkan" baekhyun menghentakkan dagunya kearah sehun

Sehun memasang ekspresi malas sembari merogoh kantong celananya, ia menghidupkan hp nya dan muncul lah sebuah gambar.



sehun tercengang dan kembali mengarahkan pandangannya ke baekhyun. "apa maksudnya ini?" batinnya heran.

"maksudku? berhentilah menjadi orang bodoh." baekhyun mengubah raut wajahnya. semburat merah terpancar dari kedua pipinya

"ahh..." sehun tersenyum "kau menyukainya?"

"aku akan menjadi anak baru disekolahmu besok pagi. sampai bertemu" seketika baekhyun menghilang. sehun tergelak tertawa. "taeyeon noona?" pikirnya sembari bergegas masuk kedalam.

"mengapa kau tertawa?" lirik fany bingung "kemana cowok keren tadi?" seketika sehun terdiam. air wajahnya berubah masam "tch... keren kau bilang?"

fany tertawa dan mencubit pipi sehun "haha, kau masih lebih keren sayang" ucapnya seraya mendaratkan bibirnya di pipi sehun.

_________________________________________________________________________________

Sehun bangun dengan keadaan lemas pagi itu. malam tadi, ya, malam tadi ia melakukan sesuatu yang biasa dilakukan pasangan pada umumnya dengan fany. jam menunjukkan pukul 8 pagi. sekolah dimulai satu jam lagi. seketika ingatannya tertuju pada Baekhyun. "anak baru? apa dia bercanda? tumben sekali ia mau terjun langsung ke dunia sosial manusia" cibirnya.

sehun melangkahkan kakinya, mencari fany, kakinya menuntunnya ke dapur. di pintu kulkas, ia menemukan dua buah notes. satu dengan kertas biru, satu lagi dengan kertas pink. ia membaca yang pink terlebih dahulu karna sudah diketahuinya siapa pemilik kertas biru.

"Aku membuatkanmu sandwich untuk sarapan. kau pasti lelah semalaman. maaf, semalam aku terlalu liar~ ^^ with love, -Fany"

ia tersenyum dan menoleh ke arah meja, kosong. tidak ada apapun disana. ia berfirasat tidak enak, kontan saja ia langsung membaca note kedua, note berkertas biru.

"keliaran Fany semalam kurasa akan membuatmu kenyang. kau tidak perlu memakan apapun, kan? terimakasih untuk sandwichnya. with love, -Baekhyun"

sehun menghentakkan telapak tangannya kasar keatas meja, membuat meja itu hampir rubuh

"terkutuklah kau, BYUN BAEKHYUN!!!" sehun berteriak sekeras mungkin, tidak sadar, diatas tower, ada seorang pria berseragam yang sedang menertawainya sembari memakan sandwich ditangannya.

_________________________________________________________________________________

tidak seperti biasanya, keadaan sekolah pagi itu sangat ramai. sehun agak kesusaha untuk bisa masuk ke gerbang.

"dia keren sekali. dia imut" teriak salah seorang gadis. sehun memicingkan matanya dan langsung tau apa yang terjadi. ia bergegas menerobos kerumunan itu. dan disanalah ia menemukan biang kerusuhan itu.




Baekhyun bersandar pada sebuah dinding sembari memainkan handphonenya.

"apa yang bagusnya dari iblis itu? dia bahkan tidak memakai seragam" pikir sehun. ia mengambil tindakan, menghampiri baekhyun dan menarik bajunya dari belakang dan menyeretnya, membuat kerumunan itu bertanya-tanya

"hey.. hey apa yang kau lakukan?" sergah baekhyun. sehun tak menjawab. ia tetap menyeret baekhyun, membawanya ke toilet pria. sesampainya disana, ia melepaskan seretannya.

"kau gila" ucap baekhyun sembari meletakkan telapak tangannya ke dadanya dan ber-ekspresi hyperbola

"apa yang kau lakukan disini?" tanya sehun ketus.

"kan sudah kubilang, aku akan menjadi murid baru disini" jawab baekhyun cuek sembari menatap lagi layar handphone nya.

"anak baru pantatmu. kau bahkan tidak memakai seragam. bodoh sekali." caci sehun.

"ah itu... aku memakainya tadi pagi, tapi terkena saos keju dari sandwich buatan fany. yasudah, kubuang saja" jawab baekhyun santai.

"kau...." geram sehun yang seketika ingat perihal sandwichnya yang dicuri baekhyun. ia mengatur nafasnya agar emosinya tak meledak.

"apa karena taeyeon noona?" selidik sehun memicingkan matanya kearah baekhyun.

"siapa taeyeon?" tanya baekhyun

"yang kau kirimkan fotonya semalam. namanya taeyeon. ia setingkat diatasku." jelas sehun malas.

"ah, benarkah? sudah kuduga. ia memang bersekolah disini. aku akan menjadikannya pacarku" celetuk baekhyun

sehun menendang paha baekhyun yang membuat lelaki itu agak termundur kebelakang

"bodoh sekali. seenaknya berbicara. lupakan saja. kau bukan type nya" cibir sehun

baekhyun maju dan memukul kepala sehun "kau yang seenaknya berbicara. tidak ada alasan baginya untuk menolakku"

"eishh... kau" sehun mengepalkan tangannya namun mengatur nafasnya kembali "dia sudah punya pacar. dan asal kau tau, pacarnya itu ketua siswa disini, ia gentle, perfect, pintar dan punya segalanya. tidak dungu sepertimu" racau sehun lalu pergi meninggalkan baekhyun yang terdiam mendengarnya.

tak lama ia tersenyum dan berbicara pada foto di handphonenya "tenang saja. kau akan menjadi milikku. itu sudah menjadi takdirmu. tunggulah aku" ia mencium foto itu...



                                                             -TO BE CONTINUED-