sesosok tubuh kewalahan mengikutinya dari belakang. jalan pulang baekhyun benar-benar bukan suatu jalan pulang yang biasa. ia mengarah ke arah ujung kota, tempat dimana bangunan2 lama yang angker nan gothic berdiri. baekhyun tidak menyadarinya karena terlalu sibuk dengan alunan lagu tersebut. sosok tadi terus mengikutinya namun merasakan keanehan yang menjanggal. baekhyun membelokkan arahnya dan masuk ke sebuah lorong di salah satu bangunan. sosok itu ragu untuk mengikutinya, namun rasa penasaran mengalahkan keraguannya. lorong itu sunyi, gelap, dan tak ada sisi tempat bersembunyi.
langkah baekhyun terhenti. ia melepaskan earphonenya dan tersenyum penuh arti. ia menyimpan earphone dan handphonenya kedalam kantong hoodie hitam yang saat itu dipakainya. kelihatan seperti aktivitas yang biasa saja bagi siapapun yang melihatnya terutama bagi sesosok yang sedang mengikutinya. sosok itu terdiam menahan nafas, bola matanya menggambarkan kecemasan dan raut wajahnya menggambarkan aku-takut-ketahuan.
baekhyun melanjutkan langkahnya. tidak terlalu cepat, tidak terlalu lambat, namun pasti. ia terus menerus menyunggingkan senyum penuh arti. ia sesekali bersiul memecah kesunyian, namun tetap disertai senyuman yang tak dapat diartikan.
hampir setengah jam berlalu sampai akhirnya lorong itu menemukan ujungnya. bermuara pada lingkungan sebuah rumah sederhana ditengah hutan yang damai
baekhyun melangkahkan kaki masuk kerumah itu sementara sosok itu memilih bersembunyi dbalik pohon. pintu rumah dibiarkan baekhyun terbuka lebar. sosok itu memberanikan diri untuk mendekat. ia masuk kedalam rumah itu. selangkah, dua langkah. tak ada tanda-tanda keberadaan baekhyun. rumah itu tidak besar, setiap sisi bisa terlihat dengan jelas. apa dia dikamar? suaranya pun tak ada. sosok itu menyapu bersih pemandangan rumah itu. wajahnya kemerahan, ia sangat kelelahan.
"letih, nona?" sebuah suara berbunyi dibalik sosok itu. sosok itu sontak menoleh kebelakang dan agak mendongakkan kepalanya
"ba--baekhyun...." gagapnya. didepannya berdiri baekhyun. tingginya hanya sebahu baekhyun yang mengharuskannya mendongak. baekhyun tersenyum sembari menyodorkan sebotol air mineral yang sedang dibawanya.
"minumlah." tawarnya. sosok itu mengambil dengan malu2 air itu dan mulai menenggaknya.
"mengapa kau mengikutiku, taeyeon?" tanya baekhyun
"kau tau aku mengikutimu?" taeyeon bertanya balik
"tentu saja aku tau" balas baekhyun yang tanpa diduga langsung menggendong taeyeon ala bridal style. taeyeon terbelalak namun tak melawan. pipinya kemerahan. wajahnya bertepatan dengan dada baekhyun dan itu membuat jantungnya berdegup kencang. baekhyun membawanya ke sofa dan mendudukkannya disana. ia lantas setengah duduk dihadapan gadis itu.
perlahan ia menurunkan kaos kaki panjang taeyeon berikut sepatunya. ia menyimpan kaos kaki dan sepatu taeyeon diujung ruangan dengan rapi. ia berjalan kearah belakang dan kembali membawa sebaskom air hangat, meletakkannya didepan kaki taeyeon dan memegang kaki taeyeon lembut serta mulai memasukkannya kedalam baskom. ia membasuhnya dan memijit kaki taeyeon lembut, membuat gadis itu kemerahan.
"eumm... baekhyun... aku minta maaf perihal yang tadi" ucapnya hati2.
"kau kan mau lomba balet kamis depan, kenapa memaksa mengikutiku sejauh ini?" tanya baekhyun yang masih sibuk dengan aktivitas memijitnya
"aku penasaran." taeyeon tertunduk.
"ini sudah petang. tidak baik melewati lorong itu malam2. tidurlah disini. kau bisa memakai kamarku" ucap baekhyun lalu berdiri
"ah, tidak-tidak... aku tidak enak denganmu" jelas taeyeon
"aku enak-enak saja" balas baekhyun
"emm.. baiklah" pasrah taeyeon
"aku mau mandi. kau tunggulah. sehabis aku, kau bisa mandi" jelas baekhyun yang setelahnya membuka hoodie hitamnya berikut kemeja sekolahnya berikut kaos dalamnya. ia masuk ke kamar mandi dengan santai..
taeyeon berjalan jalan mengitari rumah itu. tanpa ragu, ia memasuki kamar baekhyun. kamar itu sangat harum dan rapi. seperti tidak pernah ditempati. pandangannya tertuju pada sebuah lukisan besar yang tertempel di tembok sebelah kiri kamar itu. lukisan itu seperti tidak asing baginya. ia pernah melihat tempat didalam lukisan itu tapi entah dimana.
ia memandangi lekat lukisan itu. samar-samar ada yan terlintas di bayangannya. membuatnya sakit kepala lalu terduduk di ranjang milik baekhyun.
"mengingat sesuatu?" tanya baekhyun yang tau-tau sudah duduk disitu, disebelahnya.
"haa" kaget taeyeon memegang dadanya. ia terkaget. "tidak, tidak ada apa2... aku hanya sedikit pusing" sangkalnya.
"mandilah. aku sudah menyiapkanmu air hangat, kau bisa meminjam bajuku untuk sementara" jelas baekhyun.
taeyeon beranjak dan bergegas ke kamar mandi milik baekhyun.
___________________________________________________________________________________
@ SARFEIM.
"aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi. pergerakan negeri hitam sudah mulai menyeruak." Raja Jaehyun gusar. ia terus memandangi bola kristal didepannya, dimana bola itu menunjukkan pergerakan yang semakin buruk.
pergerakan negeri hitam dengan cahaya kejahatannya yang berwarna merah mengkilat sudah mulai merambat ke negeri disebelahnya.
Jaehyun sangat gusar.
"persiapkan orang-orang paling kuat. kumpulkan kaum elf dengan sihir terkuat, vampire-vampire dengan umur terlama, werewolf-werewolf dengan kekuatan terkuat serta raksasa-raksasa di utara. kumpulkan semua. ambil semua murid berbakat dari sekolah sihir di utara. waktunya sebentar lagi akan tiba. walau aku harus menyerahkan nyawaku, sekali kali aku tidak akan pernah kalah oleh kejahatan" geramnya.
___________________________________________________________________________________
ditempat lain.........
"hahaha raja muda yang sangat naif. kau pikir kau bisa semudah itu mengalahkan Lavena sang ratu kegelapan?"
wanita itu duduk disebuah singasana, memegang sebuah tongkat perak berujungkan tiga runcing dipuncaknya, memakai gaun campuran putih dan orange lusuh. raut wajahnya menampakkan kekejaman tiada tara. dialah penguasa negeri hitam.
"anakku..." panggilnya menggema "keluarlah"
tak lama, sesosok lain muncul dari sudut ruangan. wanita jeli namun raut wajahnya menampakkan kejahatan. bahkan lebih kejam dari sang ibu.
ia menopangkan dagunya dipuncak kepalan tangan kanannya, sedang berpikir tentang sesuatu.
"aku kemarin malam menemukan suatu fakta penting" desisnya. suaranya merdu, namun beracun.
"apa itu, anakku?" tanya sang ratu.
gadis itu melayangkan tangannya anggun ke arah tembok yang tertutup tirai. tirai itu terbuka dengan lamban namun pasti dan memunculkan wajah atau lebih tepatnya gambar seseorang.
"siapa dia?" tanya sang ratu keheranan. "auranya tidak biasa."
"itulah sebabnya aku mengincarnya. dia memiliki setidaknya 5 ghoul didalam dirinya. dia juga memiliki 10 zhoul didalam jiwanya. lulusan terbaik akademi sihir di negeri seberang, menguasai 4 elemen dasar, serta memiliki kekuatan cahaya dan kecepatan. matanya yang tajam bisa membuat siapapun bisa mengenang masa lalu mereka yang terburuk dan menjadi lemah karenanya. dia benar-benar senjata paling mematikan yang harus ditaklukan" jelas gadis itu.
"siapa namanya? itu tidak boleh dibiarkan!" geram sang ratu
"aku tau. namun meskipun begitu, dia sedang dalam tugasnya mencari pangeran yang hilang ke dunia lain. dunia ini sudah cukup lama ditinggalkannya. tidak akan ada kemenangan apapun yang akan didapat oleh negeri dibawah Jaehyun tanpa campur tangan orang ini" jelas gadis itu.
"jadi apa rencanamu, Krystal-ku sayang?" tanya sang ratu.
"aku jatuh hati padanya. aku akan mejadikannya milikku, dibawah pengaruhku, dan menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan negerinya sendiri" seringainya sembari menatap penuh harap pada gambar di dinding itu.
___________________________________________________________________________________
"panggilkan darla!" bentak raja jaehyun
seorang gadis berambut merah tengah menikmati pemandangan malam luar istana. beberapa dayang istana tergopoh-gopoh menuju kearahnya dan menyampaikan titah raja. dengan langkah tegap ia berjalan masuk
"aku memberi hormat kepada yang mulia. ada apa kiranya memanggil hamba?" hormat darla
"pergi susul lah adikmu baekhyun. beritakan kepadanya keadaan sudah semakin berkecamuk. aku sendiri besok akan pergi ke dataran liar di selatan. mungkin masih ada beberapa kaum centaurs dan goblin yang bisa direkrut." jelas jaehyun.
darla membungkuk "perintah yang mulia akan hamba laksanakan. tapi hamba tidak akan berwujud seperti ini. hamba akan kembali ke wujud hamba semula. wujud ini akan hamba kembalikan pada sang dewi darla. dan hamba juga akan kembali memakai nama lahir hamba" darla menjelaskan.
"itu akan lebih bagus, Irene. baekhyun akan bingung jika melihat wujudmu yang sekarang" jaehyun tersenyum tulus pada darla atau sesuai nama aslinya, Irene.
irene pamit untuk meninggalkan dunia itu malam itu juga. "membuang waktu dengan bersantai sementara masalah didepan mata bukanlah hal yang wajar dilakukan oleh wanita ber-integritas sepertiku" batinnya. seukir senyuman merekah di wajahnya.
ia menuruni tangga istana, mengitari wilayah penduduk dengan senyum keramahan, menuruni beberapa bukit dan lembah dan sampai ke suatu tepi hutan. "ini dia" batinnya. ia masuk tanpa ragu, menelusuri hutan tersebut sampai tibalah ia ditempat yang ditujunya. Bola Dunia. itu adalah sebuah bola atau kristal ajaib yang menjadi portal antara dunia itu dan dunia dunia lainnya, termasuk bumi.
ia berpamitan terlebih dahulu kepada para elf penjaga sang bola dunia yang menempati rumah cahaya. para elf sihir memberinya masing-masing 3 anugerah agar dirinya aman. para elf pun menghadiahi 1 buah zhoul bakat yang belum dimilikinya. menurut ramalan para elf, itu akan sangat membantunya nantinya. ia pun semakin menyimpan kepercayaan diri akan dunia dimana baekhyun, adiknya sedang berkelana. sebuah dunia yang tak pernah ia bayangkan atau kunjungi selama ini karena hidupnya selalu dibawah bayang-bayang istana sefraim yang dicintainya. ini petualangan pertamanya. dan mungkin akan jadi pengalaman paling berharganya. ia menghembuskan nafasnya sebelum akhirnya tubuhnya bercahaya, terangkat, dan turun kembali, namun turun dengan wujud lain. wujud aslinya. Irene.
dengan langkah pasti ia menelusuri jembatan ke bola dunia, ia memasuki bola dunia dengan pasti dan tak ada keraguan. ia menutup matanya. ketika ia membukanya. ia sudah berada ditempat lain.
diluar lorong itu, perjalanannya dimulai. ia melangkah maju dan tegap. ketika ia sampai diluar, suasana agak ribut. itu aalah sebuah taman. dipenuhi banyak orang. didaerah situ banyak gedung-gedung dan semuanya ramai.
"sudah kuduga kau akan menyusul calon suamiku. salam, wahai kakak ipar" sebuah suara merdu terdengar.
irene menoleh, mencari sumber suara. disana. dia mendapatkannya. disana, berjalan dari arah pohon.
"Krystal." batinnya.
--TO BE CONTINUED--




.jpg)







.jpg)





