tampak indah sekali dari luar, namun untuk masuk ke istana tersebut, bukanlah hal yang gampang. yang kau lihat diatas lumayan berbeda dengan kerajaan pada umumnya. jika kerajaan pada umumnya, akan terlihat pedesaan atau wilayah penduduk, barulah istana. namun berbeda hal disini. disini, kau harus mendahului istana agar bisa masuk ke wilayah kerajaan atau wilayah penduduk. dan jalan masuk ke kerajaan ini sangatlah rumit. kau harus melewati labirin tanaman. dan jika kau tidak cermat, kau tidak akan bisa menemukan jalan masuk.
SARFEIM. itulah namanya. nama sebuah dunia yang tidak bisa kau jangkau jika tidak mempunyai keberuntungan yang cukup
"AKU PUSING!!" racau orang itu. kepalanya berhiaskan mahkota emas dengan berlian besar ditengahnya serta beberapa permata disamping kanan dan kirinya. ia berhiaskan jubah panjang khas kerajaan, berkain beludru ungu dengan juntaian-juntaian permata ringan ditiap sisi jubahnya. sembari menghela nafas panjang ia menghempaskan dirinya ke singasana mewahnya yang masing-masing ujungnya dihiasi oleh patung emas kepala singa.
"yang mulia Jaehyun, apa belum ada kabar dari baekhyun hingga saat ini?" tanya seorang penatua berkacamata bundar. jenggot putih panjangnya mengisyaratkan bahwa ia sudah berumur.
"belum. aku tidak tau harus sampai kapan menanti" gelisah Sang Raja sembari terus memandangi bola kristal kemerahan didepannya. tak ada yang tampak dari bola kristal tersebut.
_________________________________________________________________________________
"ini seragam mu, baekhyun." ucap seorang guru setengah baya sembari memberikan sepasang seragam utuh kepada anak lelaki didepannya. anak lelaki itu mengangguk dan membungkukkan sedikit badannya seraya pergi menjauh.
ia bersiul disepanjang koridor, mengacuhkan bisikan para gadis-gadis yang terpesona melihatnya. tangannya memutar-mutar bungkusan seragam yang sedang diletakannya diatas telapak tangannya. tiba-tiba matanya menangkap sesuatu dari arah perpustakaan. ia mengendap-endap dan mencuri pandang kedalam tempat sunyi itu. hanya ada seseorang disana. seorang gadis yang tengah membaca dan sesekali mencatat di buku biru miliknya. ia tersenyum lembut.
"sedang apa?"
"haa..." gadis itu terkesiap melihat pemandangan didepannya. entah sejak kapan anak lelaki itu berada didepannya. ia sama sekali tak melihat orang lain masuk
"tidak usah terkejut begitu. kenalkan, aku baekhyun. apa kau mau jadi pacarku?" tanya nya santai sembari mengambil buku biru milik gadis itu "ah puisi... kau suka menulis puisi?" liriknya yang disambut pandangan tidak santai dari sang gadis
"maaf, aku banyak urusan. selamat tinggal" sergah sang gadis sembari menarik pelan bukunya dari
tangan baekhyun.
Baekhyun tertegun seraya melihat gadis itu
memasang wajah penolakannya. Gadis itu membereskan barang-barangnya dan telah
memulai langkahnya untuk keluar.
Baekhyun berdecak santai sembari melihat
gadis itu keluar.
“ckck mengecewakan, bagaimana lagi caranya aku menyelamatkanmu? Tugas ini terlalu berat untukku” ia mengeluh
sembari menerawang langit-langit perpustakaan.
“berpikir keras, byun baekhyun?”
batin
seseorang. Baekhyun menerawang, melirik ke arah jendela besar yang menerangi
perpustakaan itu, mencari sang pemilik batin, ia menemukannya. Disana, di
gedung seberang, dibalkon utama gedung itu, oh sehun rupanya sedang
mengamatinya. Baekhyun tak beranjak. Ia tetap duduk di mana ia sedang duduk.
Keheningan menerpa. Semilir angin menghembus rambut sehun sedang lambaian
gorden menjadi poin utama pemandangan di sisi sekitar baekhyun.
Tak ada percakapan batin. Hanya saling
memandang dengan tatapan kosong.
Ia mengacuhkan sehun, tak membalas apa2.
Moodnya sedang tidak baik. Ia beranjak lalu melangkahkan kakinya keluar dari
perpustakaan. Sehun menanggapinya dengan helaan nafas.
"pria yang seumur hidup tak pernah memiliki rasa cinta pada siapapun, tiba-tiba tertarik pada sesosok gadis SMA? ditambah lagi, gadis itu manusia biasa. ayolah. aku tau ada sesuatu yang tidak beres sejak awal. ini tidak seperti dirinya. jelas sekali. aku tidak dungu" seringai sehun sembari berjalan meninggalkan balkon itu sembari memasukkan tangannya ke saku celana abu-abunya.
"kau terlihat kurang bersemangat siang ini, L" celetuk seseorang dengan keringat bercucuran.
"benarkah? mungkin saja. tapi aku tetap bisa mengimbanginya" balas orang itu. orang dengan nomor punggung 4 itu berbicara sembari meloncat, dan 1 shoot terlaksana dengan baik mengehentarkan bola basket masuk sempurna ke ringnya.
"itu buruk sekali" pikir seseorang yang sedang menikmati segelas milkshake dan melihat permainan diatas dari kursi penonton.
"L, bersemangatlah!!" teriak seorang gadis dari ujung lapangan. Taeyeon.
"ah, jadi itu dia" seseorang itu menyeruput milkshakenya tak sabaran. bibirnya menyunggingkan senyum tak senang. "menarik. tapi membosankan." decaknya. "sekaligus mengecewakan. membuatku mengantuk" ia meletakkan gelas plastik yang kini telah kosong dan menguap, merenggangkan otot tubuhnya.
orang itu beranjak pergi. entah kemana.
"apa kau lelah? ini" dengan senyum mengembang, taeyeon menyodorkan sebotol air mineral dan handuk kecil pada kekasihnya, L. L adalah sosok makhluk (yang biasa disebut manusia) paling terkenal di SMA itu. wajar saja, dia kepala tim basket, ketua murid, sekaligus orang terpandai seantero sekolah. tak hanya itu, orang tuanya pun memiliki pengaruh besar dikarenakan kaya raya dan mempunyai jabatan penting baik itu di bidang bisnis maupun pemerintahan.
"terimakasih, taey. aku senang kau datang melihatku latihan. akhir2 ini kau sibuk dengan latihan menarimu. kapan lombanya?" tanya L antusias.
"eum... maafkan gadis bodoh ini, L sayang. hehe... aku serius.. maaf karena kurang memperhatikanmu akhir2 ini. lombanya akan diadakan kamis depan" jawab taeyeon.
"tidak apa2. aku mendukungmu sepenuhnya dalam hobby baletmu" L mengacak-acak lembut rambut taeyeon.
"aku bahkan melewatkan beberapa pelajaran sehingga harus menghabiskan sebagian besar waktuku disekolah dengan belajar di perpustakaan" keluh taeyeon. seketika ia ingat kejadian terakhir di perpustakaan tadi. ia menjadi jengkel dan mengubah raut wajahnya.
"kau kenapa? apa ada hal yang mengganggumu? jelaskan padaku" tanya sekaligus pinta L dengan lembut.
"huh...." taeyeon mendudukkan dirinya di kursi pemain yang kemudian diikuti oleh L yang segera duduk disampingnya.
"jadi tadi..." taeyeon memulai penjelasan. "aku sedang belajar di perpustakaan dan kegiatanku diganggu lelaki aneh itu" jelasnya.
"lelaki aneh? siapa? apa yang dia lakukan padamu? apa kau terluka?" interogasi L.
"tidak.. hanya saja... dia langsung muncul tiba-tiba didepanku dan menanyakan apa aku mau menjadi pacarnya. benar-benar tidak sopan" gerutunya.
raut wajah L berubah kemerahan. "siapa namanya?" tanya L dingin.
"Byun Baekhyun. itulah namanya. apa kau bisa menyingkirkannya untukku? aku yakin dia akan tetap mengejarku diwaktu yang akan datang. aku merasa tidak aman" celoteh taeyeon.
"tentu saja aku bisa, sayang. dia tidak akan berani macam-macam lagi denganmu" geram L sembari mengepalkan tangannya.
"bagus kalau begitu. aku benar-benar tidak habis pikir diperlakukan seperti itu. memangnya dia siapa berani menggangguku? cih" maki taeyeon.
L menenangkan dan meyakinkan taeyeon bahwa baekhyun tidak akan pernah lagi mengganggunya.
seseorang mendengar percakapan mereka dan menyunggingkan senyum menghina.
_________________________________________________________________________________
"mengapa melamun seperti itu?"
lamunan baekhyun buyar oleh suara berat yang menghampirinya.
"sekarang kau lah yang suka mengganggu privasiku. enyahlah." maki baekhyun pelan tanpa sibuk2 menoleh melihat si pemilik suara. Oh Sehun.
"anggap saja kita impas. ngomong-ngomong, aku butuh penjelasan" nada sehun terdengar sangat penasaran.
tak ada tanggapan dari baekhyun.
"taeyeon itu siapa? mengapa kau mengincarnya dan apa keuntungan yang bisa kau dapatkan dari mendapatkannya?" interogasi sehun sembari menyuapkan satu potong hotdog ukuran jumbo ke mulutnya.
masih tak ada tanggapan.
"hey, aku bertanya" senggol sehun.
tetap tak ada tanggapan.
"kau memutuskan untuk mengirimkan fotonya padaku malam itu. sejak detik itu kau berhutang penjelasan padaku dan ketika aku meminta sesuatu, aku tidak akan pernah menerima penolakan" ucap sehun santai sembari menyeruput milkshakenya.
"kalau begitu ini kali pertama kau ditolak" balas baekhyun tak kalah santainya.
"aku serius." geram sehun.
"apa aku terlihat bercanda?" balas baekhyun masih dengan nada dan ekspresi sebelumnya.
"terserah kau sajalah. tapi taeyeon itu kurasa bukan gadis yang memiliki hati baik." jelas sehun.
"aku tak peduli soal hati" jawab baekhyun dingin.
"lalu mengapa kau tertarik padanya? ayolah" bujuk sehun.
"kau itu bodoh. itulah sebabnya kau selalu tidak menyadari apa yang terjadi" ucap baekhyun santai sembari menyeruput milkshakenya.
sehun menoleh geram kearahnya, ketika itu juga seketika kantin itu dipenuhi oleh sebuah teriakan yang menggema.
"SIAPA DISINI YANG BERNAMA BYUN BAEKHYUN???!!" sehun tersentak dan hampir menumpahkan milkshakenya. seorang anak lelaki berwajah garang melotot kepada seluruh isi kantin. dibelakangnya berdirilah sosok L dengan wajah dinginnya. disamping L berdirilah taeyeon dan beberapa pengikut L yang lain.
"ya, aku disini. ada yang bisa kubantu?" sahut baekhyun santai, tak sedikitpun menoleh ke arah mereka. ia tetap duduk ditempatnya semula dan asyik menyeruput milkshakenya.
lelaki garang tadi segera menghampiri baekhyun dan menariknya kasar dari kursinya, mendorongnya ke tembok terdekat dan mencengkeram kerah bajunya.
baekhyun melihatnya santai sembari menghela nafasnya. "lepaskan aku, otak udang. atau kau akan membayarnya dengan kesakitan yang parah" senyum baekhyun. senyum yang sangat tidak mengenakkan.
"bermimpilah, bocah berwajah balita. hahahaha" lelaki garang itu semakin mengangkat tinggi kerah baekhyun. L dan taeyeon tersenyum penuh percaya diri.
"ckck... yang penting aku sudah memperingatkanmu." DHAKKK......... tendangan baekhyun menancap sempurna di dada lelaki garang tadi, membuatnya terpental menabrak meja yang berada 2 meter dibelakangnya..
"huww..." baekhyun menghela nafas kasar sembari menekuk lehernya kekanan kekiri. lelaki tadi terkapar tak berdaya sembari memegangi dadanya. mata L terbelalak, begitupun taeyeon, bahkan semua orang didalam kantin tersebut terbelalak, kecuali sehun. ia dengan santai dan memberikan senyum meremehkan kepada lelaki garang tadi sebelum akhirnya ia mengambil langkah dan menghampiri L.
"apa yang kau rencanakan kali ini, L? mengganggu temanku?" sergah sehun santai sembari menyeruput milkshakenya. L memandang tajam kearahnya.
__________________________________FLASHBACK___________________________________
"NICE SHOOT, SEHUN!! COBALAH LEBIH JAUH LAGI" girang seorang lelaki berkacamata.
"baiklah, pelatih" ucap sehun sembari men-dribble bola basket sembari ia berjalan agak jauh kebelakang. sesampainya ditengah lapangan, ia men-shoot kembali dan lagi2 menghasilkan suatu shoot yang indah dan sempurna. semua terperangah gembira kecuali satu orang.
sehun terus menerus melemparkan bola dengan jarak yang semakin jauh sampai akhirnya ia dapat melemparkan bola dari kursi penonton. semua sangat tertegun. aksinya mendapat reaksi iri berlebihan dari seseorang.
tidak hanya jago di shooting, namun sehun juga jago di dunk, jump shoot dan passing. passingnya pun tak sembarangan, ia mampu menjadi bayangan yang tak terdeteksi. semua kemampuan basket dimilikinya. semua posisi bisa dipegangnya. power forward, small forward, shooting guard, point guard, center semua bisa dimainkannya dengan luar biasa. dialah bintang basket yang sebenarnya. namun sayang, dia tak bisa lagi bergabung di club basket SMA itu karna ke-irian seseorang. L menjebaknya dalam suatu masalah yang tak main2, yaitu narkoba. ia dituduh menyelundupkan narkoba kesekolah. namun berhubung L adalah siswa yang paling berpengaruh, ia meyakinkan pihak sekolah agar tak melaporkan kejadian ini ke polisi. tetapi tetap memberikan hukuman kepada sehun, yaitu menyetop segala jenis ekskul yang ia ikuti dan tidak boleh berpartisipasi kedalamnya.
pelatih yang membawa sehun masuk pun dipecat oleh L dengan alibi ia membantu sehun masuk ke team basket agar sehun tak terlihat seperti pengguna narkoba. alibi yang menurut sehun benar-benar jauh dari kata "cerdas".
____________________________FLASHBACK END_______________________________________
sehun menyeruput milkshakenya dengan santai.
"tutup mulutmu, oh sehun. aku tidak ingin berbicara denganmu" tegas L sembari berjalan melewati sehun, yang ditanggapi sinis oleh sehun.
L menghampiri baekhyun dan memasang tatapan membunuh. baekhyun pun memasang tatapan mematikan dengan kedua mata tajamnya.
"cukup sekali ini aku memperingatkanmu untuk tidak mendekati gadisku" nada L terdengar geram.
baekhyun menarik kursi dan duduk jongkok diatasnya sembari meminum kembali milkshakenya.
"aku tidak mendekatinya. aku hanya berbicara padanya sekali" balas baekhyun santai
"aku tidak tertarik pada gadis manja dan pengadu seperti itu" lanjutnya lagi.
"hey!" taeyeon berjalan ke arahnya dan mengarahkan jari telunjuknya pada baekhyun
"kalau kau tidak tertarik padaku, mengapa kau memintaku jadi pacarmu?" bentaknya
"aku tidak meminta. aku bertanya apakah kau mau atau tidak" balas baekhyun
"kau..." geram taeyeon
"apapun itu, jangan sembarangan mengatakan hal tidak penting. sangat tidak dewasa. hanya bisa menimbulkan keributan" ucap L dingin.
"perlukah aku membawakanmu kaca?" tanya baekhyun santai. sehun terkekeh mendengarnya.
"excuse me?" kernyit L.
"aku tanya..........." baekhyun melompat santai dari kursinya dan memasukkan tangan ke kantong celananya, berdiri tegap berhadapan dengan L. "apa aku perlu membawakanmu kaca?"
"apa maksudmu?" seru L.
"lihat, bagaimana orang seperti ini pantas menjadi ketua murid? otakmu kau taruh dimana, bung?" ejek baekhyun.
"kaulah yang bodoh, baekhyun. kau bahkan mengucapkan hal2 yang tidak dimengerti" balas L.
"dia memang bodoh, L. abaikan saja" cibir taeyeon.
"lihat, pasangan paling bodoh yang pernah ada" seru baekhyun.
bibir dan rahang L bergetar, tangannya mengepal.
"biar kuperjelas, otak udang." baekhyun menarik kembali kursinya memakai kaki kirinya, dan menaikkan kaki itu diatas kursi itu. "kau bilang aku tak dewasa dan menimbulkan kekacauan. for your information, tidak ada orang dewasa yang menyelesaikan masalah dengan membawa seorang lelaki jelek nan garang serta sepasukan orang untuk mengalahkan lawannya. orang dewasa menyelesaikan masalah secara face-to-face. kemudian, masalah gadis tolol itu. aku hanya menanyakan apa dia mau jadi pacarku atau tidak. jika ia tidak mau, dan memang ia tidak mau, apa masalahnya bagimu? seharusnya kau bersyukur gadis itu masih memilih kau yang dungu ketimbang aku yang lebih berpikiran luas. jika aku adalah taeyeon, dengan melihat caramu menghadapi lawanmu seperti ini, aku akan segera memutuskanmu pulang sekolah nanti. namun sayang sekali, tingkat kepintaran otak taeyeon tak bisa disamakan denganku. perlukah aku membawakanmu tangga, nona? agar kau bisa mencapai level otakku?" tolehnya ke taeyeon, kemudian menoleh lagi ke L. "poinku yang kedua, kau bilang aku menimbulkan keributan. sebenarnya, siapa yang membawa lelaki jelek nan garang ini ketengah kantin dan berteriak layaknya kera liar mencari pisang?" L semakin geram mendengar celotehan baekhyun. wajahnya memerah menahan malu.
"jadi, sekali lagi kutanyakan..." baekhyun berbicara sarkastik "apa aku perlu membawakanmu kaca?" ia tersenyum penuh kemenangan sementara L semakin menahan amarah sampai2 matanya berkaca-kaca.
taeyeon tertegun. entah kenapa baekhyun menjadi sangat keren dimatanya. tiba2 perasaan itu muncul. perasaan kagum sekaligus tersakiti karena dirinya telah dicaci maki sedemikian rupa. namun entah kenapa, justru hal itulah yang membuatnya kagum.
"pikirkan sekali lagi. apakah jenjang SMA sudah cocok untuk sifatmu yang seperti anak2 jika permennya direbut karena kudengar masih ada SMP atau bahkan SD yang bersedia menerima orang2 dengan kelemahan mental seperti dirimu" baekhyun mengakhiri kalimatnya dengan menepuk bahu L yang saat ini sudah benar-benar emosi. baekhyun melangkah keluar diikuti oleh sehun yang sedari tadi terkekeh kekeh.
sepasang mata taeyeon mengikuti langkah santai baekhyun. entah kenapa ia tertarik dengan lelaki itu semenjak kejadian tadi. diam-diam ia membisikkan sesuatu di hatinya
"apa mungkin aku mempunyai kesempatan mengenalnya lebih dalam?"
--TO BE CONTINUED--

Tidak ada komentar:
Posting Komentar