Senin, 23 Maret 2015
CHAPTER 1.
bel sekolah baru saja dibunyikan. anak lelaki itu bergegas mengambil tasnya dan melangkah tegap menuju pintu keluar kelasnya. sekelebat bayangan melintas diantara lorong-lorong loker. anak lelaki itu terhenti, merasa ada sesuatu yang tidak beres. ia memicingkan matanya dan mempertajam pendengaran.
"sampai kapan kau akan mengganggu privasiku" decaknya kesal sembari mendenguskan nafas pelan. ia tetap tak ber-ekspresi apapun. ia melanjutkan langkahnya. tenang dan berimbang, menuju halte bus, tempat dimana ia menemukan tumpangan untuk kembali ke kediamannya. tak lama ia telah sampai ditempat yang dituju. ia duduk, mengeluarkan sepasang earphone putih dan memasang pandangan lurus kedepan, pikirannya berkecamuk. ia telah diincar. wajar saja, ia telah menjadi buronan selama kurang lebih 400 tahun lamanya. 10 tahun yang lalu, seorang mantan sahabatnya dulu menemukannya dan terus mengintainya hingga saat ini.
"aku sudah bertahan hingga sejauh ini. aku tidak mau menyerah. aku tidak akan kembali kesana" batinnya. pandangannya tertuju ke cafe diseberang halte, diseberang jalan. didepan cafe tersebut berdiri sebuah pohon besar, dan dibalik pohon tersebut, setengah wajah dari seseorang terlihat. ia menyunggingkan senyum yang tak biasa, anak lelaki tadi bertatapan mata dengannya.
"sudah kubilang, aku tidak berencana membawamu kembali" batin orang itu.
"tetap saja. kau menggangguku. enyahlah daripadaku!" batin anak lelaki itu.
"kau semakin membuatku tertarik untuk berlama-lama ditempat ini, Oh Sehun" batin orang itu lagi.
"aku tidak menginginkan keberadaanmu, Byun Baekhyun" batin anak itu, Oh Sehun.
"aku tidak ingin pergi. dan kau tidak mempunyai kekuatan apapun untuk mengenyahkanku" batin orang itu, Byun Baekhyun. ia menyunggingkan seringai tajam dan sedetik kemudian menghilang dari balik pohon.
"tch..." desis Sehun. ia tak menyangka bahwa 10 tahun terakhir ini hidupnya akan dihantui oleh bayangan Baekhyun.
lamunannnya terusik oleh bus yang telah berhenti dihadapannya. dengan tegap ia memasuki bus itu, dan mengambil wadah duduk paling belakang. ia menghadap ke jendela dan lagi-lagi menemukan bayangan memuakkan itu.
Baekhyun berdiri ditengah jalan, memandang kearah Sehun sebelum membatinkan "sampai jumpa" yang membuat Sehun membuang wajahnya. sedetik kemudian, ia hilang. Sehun tak mau repot-repot mengalihkan pandangan keluar jendela lagi. ia hanya duduk, melipat tangannya, mendengarkan alunan musik dari sepasang earphone putihnya, dan mencoba melelapkan diri.
Sehun melemparkan tasnya seraya menghempaskan tubuhnya di sofa. hari itu benar-benar melelahkan baginya. ia melayangkan tangannya dan seketika AC ruangan itu hidup. ia memicingkan matanya ke arah kulkas, lalu kulkas itu terbuka dan melayangkannya sebuah botol air mineral dingin yang segar. Sehun menggapai botol itu dengan sekali tangkap.
Tingnong............. bel apartmentnya berbunyi. "tch... jangan bilang itu permainan Baekhyun" ucapnya malas. "sumpah, aku sedang lelah, Baekhyun. simpanlah permainanmu" Tingnong.... bel berbunyi kembali. dengan sangat terpaksa, Sehun bangkit dan membuka pintu. itu bukan Baekhyun.
"hai~ ^^ kau kemana saja? tumben sekali tidak menungguku pulang" ucap gadis itu riang sembari mempointkan telunjuknya ke arah sehun
"ah, fany.. maaf... aku sedikit lelah tadi jadi kuputuskan untuk pulang. masuklah" ucap Sehun santai.
"tidak usah disuruh pun aku akan masuk" ucap fany bergegas masuk, ia duduk dan rok sepahanya tersingkap sempurna.
"kau makin manis saja" ucap sehun yang kini sedang mengelus paha mulus fany...
"eumm.. tidak juga.. aku begini saja dari hari kesehari" ucap fany pelan sembari menggigit bibir bawahnya
"ah, ya?" sehun menaikkan elusannya
"sehun-eumhhh" erang fany
"mengapa? kita sudah 2 tahun bersama namun aku tidak pernah bosan denganmu" ucap sehun dengan suara berat-seraknya sembari mempersempit jaraknya dengan fany.
"aku juga tidak bosan denganmu" balas fany sembari menarik dasi sehun yang membuat wajah anak lelaki itu hanya beberapa inci terpisah dari wajahnya.
"ah, benarkah?" ucap sehun sembari menatap intens lekuk bibir wanita yang dihadapannya
fany mengalungkan tangannya di leher anak lelaki itu, dan rebah dengan perlahan yang membuat sehun otomatis menindihnya. ia melingkarkan kakinya di pinggang sehun yang membuat anak itu otomatis semakin menindihnya.
"maafkan aku telah mengganggu aktifitas seksualmu, pria mesum" batin seseorang.
"sialan kau. dimana kau? jangan mengintipku!" batin sehun. ia melepaskan semua tautan fany ditubuhnya dan bergegas ke balkon luar. diatas sana, diatas sebuah tower, seorang pria ber-tuxedo merah gelap sedang memandanginya dengan tatapan angkuh.
Baekhyun menyunggingkan seringai tipis. Sehun memandang tajam kearahnya. matanya dipenuhi amarah.
"sehun, apa yang kau li--- wow siapa dia?" fany terperangah ketika pandangan matanya menemukan sosok Baekhyun yang sedang berdiri memandangi sehun.
"dia iblis. kau masuklah kedalam" desis sehun. fany menurut namun sempat melirik sekali lagi ke arah baekhyun yang disambut kedipan mata oleh baekhyun, itu membuat pipinya merah.
"jangan menggoda wanitaku!" teriak sehun dalam batinnya. bola matanya menyala nyala seolah ada api yang berkobar didalamnya
"easy, bro. aku tidak tertarik pada gadis itu" batin baekhyun sembari tersenyum lembut.
"ada urusan apa kau malam-malam menggangguku?" batin sehun.
"aku ingin meminta pertolonganmu" balas baekhyun.
"tch... tumben sekali" sehun menyilangkan kedua tangannya.
"bukalah handphonemu. ada sebuah foto yang kukirimkan" baekhyun menghentakkan dagunya kearah sehun
Sehun memasang ekspresi malas sembari merogoh kantong celananya, ia menghidupkan hp nya dan muncul lah sebuah gambar.
sehun tercengang dan kembali mengarahkan pandangannya ke baekhyun. "apa maksudnya ini?" batinnya heran.
"maksudku? berhentilah menjadi orang bodoh." baekhyun mengubah raut wajahnya. semburat merah terpancar dari kedua pipinya
"ahh..." sehun tersenyum "kau menyukainya?"
"aku akan menjadi anak baru disekolahmu besok pagi. sampai bertemu" seketika baekhyun menghilang. sehun tergelak tertawa. "taeyeon noona?" pikirnya sembari bergegas masuk kedalam.
"mengapa kau tertawa?" lirik fany bingung "kemana cowok keren tadi?" seketika sehun terdiam. air wajahnya berubah masam "tch... keren kau bilang?"
fany tertawa dan mencubit pipi sehun "haha, kau masih lebih keren sayang" ucapnya seraya mendaratkan bibirnya di pipi sehun.
_________________________________________________________________________________
Sehun bangun dengan keadaan lemas pagi itu. malam tadi, ya, malam tadi ia melakukan sesuatu yang biasa dilakukan pasangan pada umumnya dengan fany. jam menunjukkan pukul 8 pagi. sekolah dimulai satu jam lagi. seketika ingatannya tertuju pada Baekhyun. "anak baru? apa dia bercanda? tumben sekali ia mau terjun langsung ke dunia sosial manusia" cibirnya.
sehun melangkahkan kakinya, mencari fany, kakinya menuntunnya ke dapur. di pintu kulkas, ia menemukan dua buah notes. satu dengan kertas biru, satu lagi dengan kertas pink. ia membaca yang pink terlebih dahulu karna sudah diketahuinya siapa pemilik kertas biru.
"Aku membuatkanmu sandwich untuk sarapan. kau pasti lelah semalaman. maaf, semalam aku terlalu liar~ ^^ with love, -Fany"
ia tersenyum dan menoleh ke arah meja, kosong. tidak ada apapun disana. ia berfirasat tidak enak, kontan saja ia langsung membaca note kedua, note berkertas biru.
"keliaran Fany semalam kurasa akan membuatmu kenyang. kau tidak perlu memakan apapun, kan? terimakasih untuk sandwichnya. with love, -Baekhyun"
sehun menghentakkan telapak tangannya kasar keatas meja, membuat meja itu hampir rubuh
"terkutuklah kau, BYUN BAEKHYUN!!!" sehun berteriak sekeras mungkin, tidak sadar, diatas tower, ada seorang pria berseragam yang sedang menertawainya sembari memakan sandwich ditangannya.
_________________________________________________________________________________
tidak seperti biasanya, keadaan sekolah pagi itu sangat ramai. sehun agak kesusaha untuk bisa masuk ke gerbang.
"dia keren sekali. dia imut" teriak salah seorang gadis. sehun memicingkan matanya dan langsung tau apa yang terjadi. ia bergegas menerobos kerumunan itu. dan disanalah ia menemukan biang kerusuhan itu.
Baekhyun bersandar pada sebuah dinding sembari memainkan handphonenya.
"apa yang bagusnya dari iblis itu? dia bahkan tidak memakai seragam" pikir sehun. ia mengambil tindakan, menghampiri baekhyun dan menarik bajunya dari belakang dan menyeretnya, membuat kerumunan itu bertanya-tanya
"hey.. hey apa yang kau lakukan?" sergah baekhyun. sehun tak menjawab. ia tetap menyeret baekhyun, membawanya ke toilet pria. sesampainya disana, ia melepaskan seretannya.
"kau gila" ucap baekhyun sembari meletakkan telapak tangannya ke dadanya dan ber-ekspresi hyperbola
"apa yang kau lakukan disini?" tanya sehun ketus.
"kan sudah kubilang, aku akan menjadi murid baru disini" jawab baekhyun cuek sembari menatap lagi layar handphone nya.
"anak baru pantatmu. kau bahkan tidak memakai seragam. bodoh sekali." caci sehun.
"ah itu... aku memakainya tadi pagi, tapi terkena saos keju dari sandwich buatan fany. yasudah, kubuang saja" jawab baekhyun santai.
"kau...." geram sehun yang seketika ingat perihal sandwichnya yang dicuri baekhyun. ia mengatur nafasnya agar emosinya tak meledak.
"apa karena taeyeon noona?" selidik sehun memicingkan matanya kearah baekhyun.
"siapa taeyeon?" tanya baekhyun
"yang kau kirimkan fotonya semalam. namanya taeyeon. ia setingkat diatasku." jelas sehun malas.
"ah, benarkah? sudah kuduga. ia memang bersekolah disini. aku akan menjadikannya pacarku" celetuk baekhyun
sehun menendang paha baekhyun yang membuat lelaki itu agak termundur kebelakang
"bodoh sekali. seenaknya berbicara. lupakan saja. kau bukan type nya" cibir sehun
baekhyun maju dan memukul kepala sehun "kau yang seenaknya berbicara. tidak ada alasan baginya untuk menolakku"
"eishh... kau" sehun mengepalkan tangannya namun mengatur nafasnya kembali "dia sudah punya pacar. dan asal kau tau, pacarnya itu ketua siswa disini, ia gentle, perfect, pintar dan punya segalanya. tidak dungu sepertimu" racau sehun lalu pergi meninggalkan baekhyun yang terdiam mendengarnya.
tak lama ia tersenyum dan berbicara pada foto di handphonenya "tenang saja. kau akan menjadi milikku. itu sudah menjadi takdirmu. tunggulah aku" ia mencium foto itu...
-TO BE CONTINUED-
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

.jpg)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar